Mengenal 6 Cara Menanam Cabe dengan Mudah

Mengenal 6 Cara Menanam Cabe dengan Mudah

6 Cara Menanam Cabe dengan Mudah

Mengetahui cara menanam cabe bisa membantu Anda menghadapi harga cabe yang suka tiba-tiba melambung tinggi. Anda bisa mulai menanam cabe di polybag, pot atau di pekarangan. Menanam dan merawat cabe memang terbilang sedikit sulit, namun tidak ada salahnya untuk mencoba kan?

Cara Menanam Cabe dengan Mudah

Mempersiapkan Benih

Untuk menanam cabe, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibit terbaik. Bibit cabe terbaik tentunya bisa didapatkan dari bibit cabe yang berkualitas. Setelah diambil, biji cabe tersebut kemudian dijemur hingga benar-benar kering.

Jika ingin cara yang lebih praktis, Anda bisa langsung membeli bibit cabe yang dijual di toko pertanian. Namun tentu saja, menyiapkan benih cabe sendiri bisa lebih menghemat biaya. Selain itu, Anda juga bisa benar-benar memastikan bahwa bibit yang Anda tanam berasal dari cabe pilihan yang berkualitas.

6 Cara Menanam Cabe dengan Mudah

Menabur Benih

Setelah menyiapkan benih, cara menanam cabe yang kedua adalah dengan menyemai. Anda bisa melakukan proses penyemaian dengan menggunakan polybag kecil. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah penyemaian benih cabe di bawah ini.

  • Siapkan tempat penyemaian, misalnya Polybag.
  • Tambahkan tanah dan pupuk kandang sebagai media dengan perbandingan 3:1.
  • Selanjutnya, letakkan polybag yang berisi tanah dan pupuk kandang di tempat yang aman.
  • Setelah satu minggu, rendam bibit dalam air hangat.
  • Tempatkan benih ke dalam polibag sedalam kurang lebih 1 cm, kemudian tutup tanah.
  • Tunggu benih berkecambah.
  • Setelah kecambah muncul, mulailah diperkenalkan sinar matahari dengan cara dijemur secara langsung.

Proses dan Cara Menanam Cabe

Bibit cabe baru siap dipindahkan setelah kurang lebih 4 minggu. Sambil menunggu waktu tersebut, ada baiknya Anda mulai mempersiapkan lahan yang akan digunakan untuk bercocok tanam. Pastikan lahan yang dipilih memiliki tanah yang subur, humus dan kaya akan sumber nutrisi. Anda juga bisa menggemburkan tanah dengan menggunakan pupuk. Juga, pastikan ada cukup sinar matahari.

Setelah empat minggu dan lahan siap digunakan, mulailah menanam bibit. Berhati-hatilah agar tidak memotong atau merusak akarnya. Bisa juga di pindahkan ke polybag yang lebih besar, minimal menggunakan polybag dengan diameter minimal 30 cm atau bisa juga ember bekas dengan media tanah, pupuk, dan sekam. Namun, Anda harus memastikan campuran tanah, pupuk, dan sekam memiliki perbandingan 3:2:1.

Baca Juga: 4 Cara Menanam Cabe Rawit Dalam Polybag

Pemberian Pupuk

6 Cara Menanam Cabe dengan Mudah

Cara menanam cabe yang ketiga adalah dengan memberikan pupuk. Seperti yang kita ketahui, pupuk memegang peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk yang tepat akan membuat tanaman menjadi lebat dan sehat. Pemupukan kedua dapat dilakukan satu bulan setelah pemupukan pertama. Selanjutnya, setiap panen terus diberikan pupuk tambahan.

Untuk pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk organik atau kompos atau dengan pupuk cair. Tujuan penggunaan kompos adalah untuk membuat cabe lebih organik. Sedangkan untuk pupuk cair yang sudah dilarutkan dengan perbandingan 100 ml per tanaman. Jika menggunakan kompos, berikan 500-700 gram per tanaman.

Proses Perawatan Tanaman Cabe

Setelah ditanam di lahan atau pot dan diberi pupuk, langkah selanjutnya adalah melakukan proses perawatan. Tanaman cabe harus disiram dengan cabe setiap hari. Apalagi saat musim kemarau, kondisi tanaman cabe bisa begitu berisiko mati. Selain itu, pemberian air juga dapat dilakukan dengan sistem irigasi menggunakan bocoran atau merendam bedengan. Merendam bedengan bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.

Selain penyiraman, penting juga untuk memastikan ada tanaman lain yang tumbuh mengganggu tanaman cabe. Jika Anda menemukan tanaman seperti itu, Anda harus segera menghapusnya. Cobalah untuk melakukan pengecekan dan penyiangan yang intens. 

Memanen Tanaman Cabe

Saat menanam tanaman, panen mungkin menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan. Namun, jangan buru-buru memetik hasil panen secara sembarangan. Pertama, sebaiknya panen cabe di pagi hari. Pemanenan cabe dapat dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya. Sebelum dipetik, pastikan cabe yang akan dipetik ramping dan padat. Buah jenis ini biasanya sudah memiliki rasa yang pedas. Di sisi lain, terkadang cabe besar berongga, sehingga rasanya juga kurang pedas.

Baca Juga: Nutrisi Cabe Rawit yang Jarang Orang Ketahui

Waktu panen bisa berlangsung selama 6 bulan. Sedangkan umur tanaman cabe rawit bisa mencapai 24 bulan. Artinya, satu tanaman cabe bisa memiliki masa panen 15-18 kali. Namun, perlu juga dicatat bahwa semakin tua tanaman, semakin rendah produktivitasnya. Bagi yang ingin mendapatkan berbagai bahan kebutuhan menanam cabe, kamu bisa membelinya di TaniHub yang menyediakan produk petani lokal termasuk juga cabai hijau, cabai bubuk dan jenis cabai lainnya. Kamu bisa membelinya dengan mudah yang menawarkan pengiriman cepat dan area layanan luas mulai dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang dan kota lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
− 3 = 1