Napak Tilas TaniHub Group Bersama Anis Nugroho

Napak Tilas TaniHub Group Bersama Anis Nugroho

Pernahkah kamu menghadapi ketidakpastian dalam hidup? Apakah rasanya menyeramkan untuk kamu? Di mata Anis Nugroho, ketidakpastian justru memiliki daya tarik. Bagaimana tidak? Anis, demikian ia akrab disapa, rela untuk melepaskan kariernya yang mapan untuk terjun ke dalam ketidakpastian. Ia adalah salah satu dari segelintir first hires TaniHub Group yang percaya bahwa perusahaan startup mungil yang dimasukinya lima tahun yang lalu itu ternyata mampu menjadi sebesar sekarang.

Bukan tanpa alasan ia tergugah untuk bergabung dengan startup agritech terbesar di Indonesia ini. Anis yang sudah pernah bekerja bareng sebelumnya dengan Ivan Arie Sustiawan, cofounder TaniHub Group yang saat itu juga menjadi CEO perusahaan, meyakini bahwa keputusannya bergabung dengan startup ini tepat. Bekal keyakinannya saat itu hanya satu, peluang usaha digital akan tumbuh pesat. Padahal, TaniHub Group kala itu masih seumur jagung.

Pria berusia 43 tahun ini membangun kariernya di dunia retail.  Maka, tak heran jika tugas yang baru diembannya saat itu terasa berbeda untuknya. “Saya bahkan tidak mengerti startup itu apa saat awal-awal (bergabung di TaniHub Group),” ujarnya.

Hari-hari pertamanya di TaniHub Group dihabiskan di sebuah ruko di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, yang adalah kantor pertama perusahaan. Kalau bangunan 2 lantai itu bisa bersuara, ia akan dengan senang hati menceritakan kemurahan hati Anis. 

Pada hari-hari petamanya terjun mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk TaniHub Group, Anis rela tak dibayar sepeser pun. Ia yakin, ketekunannya bersama segelintir karyawan first hire akan berbuah manis, yaitu menikmati gaji pertama setelah perusahaan berhasil menjual produknya. 

Namun, perkara kerja tidak dibayar di awal karier bukan satu-satunya yang membuat banyak orang terkesima dengan Anis. Sosoknya yang selalu tertantang dengan ketidakpastian pun tergambar dari kemauannya untuk mencoba hal-hal baru yang tidak diketahuinya. 

Satu badan, beragam peran

Ada sebuah tradisi tidak tertulis bagi seseorang yang ingin berkarier di sebuah startup early stage. Ibarat toko serba ada, Anis harus serba bisa. Titelnya kala itu memang Business Development Manager, tetapi ia tidak hanya sekadar bernegosiasi dengan klien. Bahkan, kalau kamu pernah berbelanja di TaniHub pada tahun 2016, bisa jadi pesananmu diantarkan langsung oleh Anis dan mobilnya.

Minimnya sumber daya manusia pada bulan-bulan pertama TaniHub Group berdiri mengharuskan Anis bekerja secara cekatan. Instruksi yang diberikan oleh manajemen kepada Anis untuk bergegas menjadi bagian dari tim Sourcing dipenuhinya segera. Perhatian utamanya beralih dari bernegosiasi dengan klien pembeli menjadi klien pemasok, dalam hal ini petani. Dia bertugas mencari petani yang dapat menyediakan komoditas yang dicari oleh klien pembeli dan konsumen. Lirik lagu “Mendaki gunung lewati lembah” milik Ninja Hatori tidak lagi menjadi sekadar lirik biasa untuknya. Dari Padang, Ciamis, Tasikmalaya, hingga pedalaman Sulawesi Tengah pun ia kunjungi untuk menjangkau para petani yang terkendala menjual hasil panen mereka. Setelah mitra petani sudah terkumpul, Anis meregistrasikan mereka agar hasil panen para petani tersebut bisa diserap oleh TaniHub.

Pasca menyelesaikan tugasnya di lahan, Anis bersama beberapa kawannya kala itu dipindahtugaskan  ke gudang (warehouse) untuk mengelola hasil panen petani dengan proses sedemikian rupa sebelum menjadi produk yang siap diantarkan ke pembeli. Salah satu hal spesifik yang harus dijalankannya adalah mengatur barang keluar-masuk di gudang.

“Tempat penyimpanan hasil panennya dulu bermacam-macam. Mulai dari garasi rumah, ke rumah sewaan di sebelah kantor, sampai gudang di Infinia Park Warehouse Complex di Manggarai, Jakarta Selatan. Akhirnya pas tahun 2019, kita punya cold storage di warehouse Kedunghalang, Bogor Utara,” tutur Anis, yang menjelaskan bahwa cold storage mampu menjaga kualitas produk untuk tetap segar. 

Setelah berubah-ubah peran, saat ini ia mengemban tugas sebagai Strategic and Partnership Manager. Bersama dengan enam orang di dalam timnya, mereka memastikan semua penjualan B2B & B2C milik TaniHub berjalan sesuai rencana.

Anis mengakui, proses rolling dari satu divisi ke divisi lain yang dilaluinya tidak mudah. Tetapi, agility yang dimilikinya tentu menjadi bintang utama. Bagi Anis, penting sekali untuk bersikap fleksibel terhadap tuntutan pekerjaan yang dinamis.  Kekuatan untuk bertahan justru muncul dari perubahan-perubahan yang dijalani. 

“Justru yang bikin bertahan itu karena bisa merasakan peran yang berbeda-beda. Tantangan masing-masing perannya seru, bisa mempelajari TaniHub Group lebih dalam lagi,” tambahnya.

Lima tahun sudah Anis menjadi bagian dari TaniHub Group. Perusahaan ini telah menyaksikan bagaimana seorang Anis Nugroho membuktikan keyakinannya bahwa pilihannya membangun karier bersama TaniHub Group adalah tepat. “Cita-cita saya sekarang hanya satu, memberikan yang terbaik untuk TaniHub Group, apapun tugasnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
8 + 1 =